Irsyadul `ibad

Muqadimah

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM.

Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang menuntun kami kepada amal taat dan melarang dari maksiat, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah, sebagai pengakuan terhadap kenabiannya. Kemudian shalawat dan salam atas Nabi yang diutus Allah untuk menuntun semua hamba (manusia), dan atas keluarga serta sahabatnya yang mengikuti petunjuk ajarannya.

Waba’du;

Maka ini kitab kutipan dari kitab Azzawajir dan Mursyiduth_Thalab karangan guru besar, pelita agama Ahmad bin Hajar Al-Haitami dan Kakek kami Zainuddin bin Ali Al-Ma’bari, semoga Allah ridha pada keduanya, dan menghimpun kami dalam rombongan keduanya, kemudian aku tambahkan didalamnya hadits-hadits dan soal-soal dalam ilmu fiqih serta hikayat dan nasehat-nasehat, Lalu aku beri nama Irsyadul Ibad ila sabilirrasyad (Penuntun manusia kejalan yang baik), sambil mengharap dari Allah Yang Maha Pemurah semoga memimpin kami dan semua manusia kejalan yang bahagia dan kekal, sungguh Dia Maha Pemurah lagi Pengasih.

Umar bin Khathab r.a berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya tiap amal perbuatan itu tergantung pada niat. Dan yang teranggap bagi tiap orang apa yang ia niatkan. Maka siapa yang niat hijrah karena karena Allah, taat pada Allah dan RasulNya, maka hijrah itu benar-benar kepada Allah dan RasulNya, dan siapa yang niat hijrah untuk keuntungan dunia yang akan didapat, atau wanita yang akan dikawin maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah karenanya”. [HR. Bukhari, muslim].

BAB IMAN

Firman Allah s.w.t: “Hai semua manusia sembahlah Tuhanmu, yang menjadikan kamu dan menjadikan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. Yang menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan, dan langit sebagai atap dan menurunkan dari langit air, kemudian mengeluarkan dengan air itu berbagai macam buah (makanan) sebagai rizqi untukmu. Karena itu maka kamu jangan mempersekutukan Allah dengan apapun, padahal kamu mengetahui, (Bahwa Allah itu tidak bersekutu dan tidak berbandingan, sebab Dia pencipta sedang semua yang lainNya dicipta olehNya, sebab Tuhan itu hanya yang menjadikan, mencipta, dan bukan yang dijadikan, diciptakan)”.[QS. Al-Baqarah 21-22].

Firman Allah dilain ayat: “Dan siapa yang tidak percaya pada Allah dan Rasul (utusan)Nya maka Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu neraka sa’ir (api yang sangat panas)”. [QS Al-Fath :13].

Umar bin Khathab r.a berkata : Ketika kami duduk disisi Nabi SAW pada suatu hari tiba-tiba datang seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya, sangat hitam rambutnya, tidak terlihat padanya bekas pepergian, dan tiada seorangpun diantara kami yang mengenalnya, hingga laki-laki itu duduk didekat Nabi SAW dan merapatkan lututnya ke lutut Nabi SAW lalu meletakkan kedua tangannya diatas paha Nabi SAW, lalu dia bertanya: “Ya Muhammad beritakan padaku tentang Islam ?”, Nabi SAW menjawab: “Islam itu:

  • 1. Percaya bahwa tiada Tuhan kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah.
  • 2. Mendirikan shalat.
  • 3. Mengeluarkan zakat.
  • 4. Puasa bulan Ramadhan.
  • 5. Pergi haji ke Baitullah jika kuasa perjalannya.Berkatalah orang itu: “Benar engkau”.

    Umar berkata: “Kami merasa heran ia bertanya tetapi ia membenarkan seakan-akan ia telah mengetahui”.

    Lalu ia bertanya pula: “Beritakan kepadaku tentang Iman ?”, Jawab Nabi SAW: “Iman ialah percaya pada Allah, dan malaikatNya, dan kitab-kitabNya, dan nabi-nabi utusanNya, dan hari kemudian (qiyamat), dan percaya pada ketentuan takdir yang baik dan buruk (dari Allah SWT)”….. Ia berkata: “Benar engkau”.

    “Maka beritakan padaku tentang Ihsan ?”, Jawab Nabi SAW: “Ihsan jika engkau menyembah kepada Allah seakan-akan melihatNya, maka jika tidak dapat melihatNya, ketahuilah bahwa Allah melihat engkau”.

    Ia berkata: “Beritakan padaku tentang datangnya hari qiyamat ?”, Jawab Nabi SAW: “Yang ditanya tentang hari qiyamat itu tidak lebih mengetahui dari yang bertanya”. Lalu ia berkata: “Beritakan padaku tanda-tandanya ?”, Jawab Nabi SAW: “Jika budak telah melahirkan majikannya (Yakni Ibu sudah dianggap sebagai budak oleh anak), dan orang-orang yang biasa telanjang kaki dan pakaian -yang bagaikan telanjang dan biasa miskin-, penggembala kambing, tiba-tiba mereka berlomba-lomba membangun gedung”. Kemudian laki-laki itu pergi.

    Umar berkata: Maka aku tinggal tercengang (terdiam sesaat), kemudian Nabi SAW berkata: “Hai Umar tahukah engkau siapakah penanya tadi itu ?”, jawabku: Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. Maka sabda Nabi SAW: “Itu malaikat Jibril yang datang kepada kamu untuk mengajarkan agamamu”. [HR. Muslim].

    Attaj Assubuki berkata: Islam berupa ibadat jasmani, dan tidak dianggap kecuali dengan iman, sedang iman itu kepercayaan dalam hati, juga tidak dianggap kecuali disertai dengan ucapan lidah terhadap dua kalimat syahadat.

    • Imam Nawawi dalam kitab syarah Muslim berkata: Ulama ahlussunnah telah sepakat, baik ahli hadits maupun ahli fiqih bahwa orang yang beriman dengan hatinya tetapi tidak mengucapkan syahadat dengan lidahnya (padahal ia mampu) akan kekal dalam neraka.

      Penting untuk diketahui!!

      Ketahuilah !!! , bahwa disyaratkan bagi tiap orang kafir yang akan masuk islam harus mengucapkan dua kalimat syahadat, tetapi tidak diharuskan mengucap: Asyhadu, yang berarti cukup jika mengucap: La ilaha illallah Muhammadur rasulullah. Demikian penjelasan dalam kitab Arraudhah. Tetapi ulama muta’akhirin menyatakan bahwa kalimat itu menjadi syarat, sebagaimana keterangan dalam kitab Al-Ubab, sehingga tanpa kalimat Asyhadu atau A’lamu belum dapat dianggap sebagai muslim.

      Adapun pendapat sebagian imam-imam kita, disyaratkan mengucap asyhadu atau kalimat yang menyerupai seperti a’lamu, sehingga bagi orang yang akan masuk islam supaya mengucap: Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Asyhadu artinya aku bersaksi, aku mengetahui dan aku jelaskan bahwa benar tiada Tuhan yang harus disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, dan aku bersaksi serta menyatakan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Juga disyaratkan supaya tertib antara dua kalimat ini, sebab tidak sah iman kepada Nabi SAW sebelum beriman pada Allah, dan tidak disyaratkan berturut-turut antara kedua kalimat atau berbahasa arab meskipun ia dapat berbahasa arab, tetapi yang disyaratkan yaitu mengerti apa yang diucapkan itu, bahwa tiada yang disembahnya dengan sebenarnya kecuali Allah, yang Tunggal dan Maha Esa.

      Dan bagi orang musyrik disamping mengucap dua kalimat syahadat itu harus menambah dengan pernyataan: Dan aku telah kafir pada semua yang telah aku persekutukan itu, dan aku lepas bebas dari semua agama yang menyalahi agama islam. Demikian keterangan dalam kitab Arraudah dan kitab Al-Ubab, dan ada pendapat yang tidak mensyaratkan kata-kata tambahan itu, asal sudah bersyahadat sudah sah.

      Penting untuk diketahui!!

      Ketahuilah! Bahwa arti iman pada Allah itu, percaya bahwa Allah itu satu (tunggal) tiada yang menyamaiNya Dzat atau Sifat-sifatNya, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaanNya, ketuhananNya. Juga percaya bahwa Allah itu dahulu tidak ada mulaNya, dan kekal tidak ada kesudahanNya.

      Dan iman pada Malaikat itu ialah mempercayai bahwa mereka hamba Allah yang mulia, tidak melanggar perintah dan berbuat semua yang ditugaskan pada mereka, mereka jujur benar dalam melaksanakan ajaran-ajaran Allah.

      Dan iman pada kitab-kitab Allah, mempercayai kitab-kitab itu benar firman Allah yang azali yang berdiri sendiri, tanpa huruf dan suara, dan semua yang terkandung didalamnya hak benar, dan Allah telah menurunkannya pada sebagian utusanNya berbentuk lembaran atau dengan melalui lisan malaikat.

      Dan iman dengan para Rasul, percaya bahwa Allah mengutus mereka kepada umat manusia, dan memelihara mereka dari kekejian dan kekurangan- kekurangan, juga dipelihara dari dosa-dosa besar maupun kecil sebelum dan sesudah jadi Nabi.

      Dan iman biyaumil akhir, yakni percaya pada apa yang akan terjadi sesudah mati, yaitu pertanyaan dalam kubur, nikmat dan siksa kubur, bangkit di hari kiyamat, pembalasan atas semua amal, hisab, timbangan amal, shirath, sorga dan neraka.

      Iman bilqadar, yaitu percaya bahwa Allah telah menentukan segala sesuatu dalam azal, yakni sebelum menciptakan makhluk sudah ada ketentuan rencana yang akan terjadi pada makhluk, dan apa yang ditakdirkan pasti akan terjadi, sedang yang tidak ditakdirkan tidak akan terjadi, dan Allah menjadikan kebalikannya, yakni: Baik, buruk, sehat, sakit, manis, pahit, yang halal dan yang yang haram sebelum menjadikan alam semuanya, maka semua alam berlaku menurut ketentuan takdir dan putusan Allah ta’ala semata-mata.

      Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: “Perbaharuilah iman kepercayaanmu”. Ditanya: Bagaimana memperbaharui iman ya Rasulullah?, jawab Nabi saw: “Perbanyaklah membaca La ilaha illallah“. [HR. Ahmad, Al- Hakim].

      Ustman bin Malik r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan api neraka terhadap orang yang mengucap ‘La ilaha illallah’ karena mengharap keridho’an Allah (dengan ikhlas)”. [HR. Bukhari Muslim].

      Ali r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Jibril a.s berkata: Allah swt berfirman: ‘La ilaha illallah’ itu sebagai bentengKu, maka siapa yang masuk kedalamnya aman dari siksaKu”. [HR Ibnu Assakir].

      Abu Dardaa r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Tiada seseorang yang membaca ‘La ilaha illallah’ 100X, melainkan akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiyamat dengan wajah yang bagaikan bulan purnama, dan tiada seseorang yang berbuat amal lebih afdhal (utama) dari padanya pada hari itu kecuali yang membaca seperti itu atau melebihi dari itu”. [HR. Atthabarani].

      Um Hani’ r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Kalimat La ilaha illallah’ itu tidak dapat dikejar oleh amal lain, dan tidak meninggalkan dosa (yakni tidak ada amal yang lebih bagus dari padanya, dan semua dosa dapat dihapus sehingga tidak ada sisanya)”. [HR. Ibnu Majah].

      Jabir r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Dzikir yang utama ialah ‘La ilaha illallah’, dan doa yang utama ialah ‘Alhamdulillah”. [HR. Attirmidzi, Annasa'i].

      Abu Said Alkhudri r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Nabi Musa a.s berdoa: Ya Rabbi ajarkan padaku sesuatu untuk berdzikir padaMu. Jawab Allah: Bacalah ‘La ilaha illallah’. Musa berkata: Ya Rabbi semua orang membaca itu, dan aku ingin yang istimewa untukku. Jawab Allah: Hai Musa andaikata tujuh petala langit dan penghuninya dan tujuh petala bumi diletakkan disebelah timbangan La ilaha illallah, niscaya akan lebih berat kalimat La ilaha illallah, melebihi dari semua itu”. [HR. Annasa'i]

      Abu Bakar r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Lazimkan selalu kalimat ‘La ilaha illallah’ dan istighfar, perbanyaklah membaca keduanya, sebab Iblis berkata: Aku telah membinasakan manusia dengan dosa, dan mereka membinasakan aku dengan membaca ‘La ilaha illallah’ dan istighfar, ketika demikian maka aku binasakan mereka dengan hawa nafsu, maka mereka mengira bahwa dirinya telah mendapat hidayah (merasa benar)”. [HR. Abu Ya'la]

      Abu Hurairah r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Ketika malakul maut menghadiri seorang yang mati, maka ia menyelidiki semua anggotanya, dan tidak menemukan amal kebaikan, kenudian membelah hatinya juga tidak menemukan amal kebaikan, kemudian dibuka mulutnya, tiba-tiba menemukan lidah lekat pada bagian atas mulut membaca ‘La ilaha illallah, maka diampunkan baginya karena ada kalimat ikhlas itu”. [HR. Ibnu Abi Dunya, dan Al-Baihaqi]

      Muadz bin Jabal r.a berkata: Nabi saw bersabda: “Siapa yang akhir perkataannya kalimat ‘La ilaha illallah’ pasti ia masuk sorga”. [HR. Abu Dawud, Ahmad]

      Semoga Allah yang Maha Pemurah dan Pengasih mengakhiri kalimat kita didunia ini dengan kalimat tauhid, La ilaha illallah.

      Hikayat; Uskup Nashrani dan Jin Mukmin

      Imam Syafi’i (Muhammad bin Idris) berkata: Saya telah melihat seorang uskup kristen thawaf di Ka’bah, maka saya tanya padanya, “Apakah yang menyebabkan kamu meninggalkan agama ayah-ayahmu (Nashrani)?”, jawabnya, “Saya telah mendapat ganti yang lebih baik (Agama Islam)”. “Bagaimana kejadiannya?”, dia menjawab, “Ketika saya sedang berlayar dengan sebuah kapal di tengah laut, tiba datang ombak yang sangat besar sehingga menenggelamkan kapal, dan saya dapat selamat dengan bantuan sebuah papan yang dibawa arus gelombang kesana kemari hingga saya terdampar disebuah pulau.

      Dan di pulau itu saya melihat banyak pohon dengan buah yang lunak lezat lebih manis dari madu dan lebih lunak dari mentega, dan disitu ada sungai dengan air yang segar, lalu saya mengucap ‘Alhamdu lillah’ atas nikmat itu, saya bisa makan minum sampai Allah mendatangkan kelapangan bagiku. Dan ketika waktu malam, saya merasa sangat khawatir atas keselamatan diriku dari gangguan binatang-binatang buas, sehingga saya terpaksa memanjat pohon untuk tidur diatasnya, dan ketika tengah malam, tiba-tiba ada binatang diatas permukaan air bertasbih dengan suara yang jelas membaca: LA ILAHA ILLALLAHUL GHAFFAR, MUHAMMAD RASULULLAH ANNABIYUL MUKHTAR, dan ketika binatang itu telah naik kedarat, aku lihat dia berkepala burung kasuari, dan muka manusia, dengan kaki onta dan ekor ikan, karena aku sangat takut daripadanya maka segera aku turun dan lari, dan seketika itu ia menoleh padaku dan berkata, “Berhentilah!, jika tidak maka engkau akan binasa. Maka segera aku berhenti, lalu ditanya olehnya, “Apakah agamamu?” jawabku “Nasrani”, kembali ia berkata, “Celaka wahai orang yang rugi, lekas kau kembali kepada agama Islam, sebab kamu kini berada didaerah jin-jin yang mukmin, dan tidak akan selamat disini kecuali orang muslim”. Lalu saya tanya tanya “Bagaimana caranya masuk Islam?”, ia menjawab, “Ucapkan olehmu ‘Asyhadu an la ilaha illallah, wa anna Muhammadar rasulullah”. Maka segera saya baca kalimat itu. Kemudian ia bertanya kepadaku, “Kamu akan tinggal disini atau akan pulang kerumah keluargamu?”, jawabku “akan kembali ke keluargaku”, dan ia berkata, “ Tunggulah disini hingga kapal tiba”. Maka saya diam disitu, dan binatang itu kembali kelaut. Aku terus memperhatikan binatang itu, dan belum lenyap dari pandanganku tiba-tiba datang sebuah kapal yang penuh dengan penumpang, dan ketika saya beri isyarat maka kapal itu datang menghampiri lalu membawaku, dan ketika di kapal itu saya bertemu dengan 12 orang Nasrani, dan ketika saya ceritakan pada mereka kisahku, tiba-tiba mereka masuk Islam semuanya.

      Hikayat; Raja Kafir Masuk Islam

      Abdullah Alyafi’i menyebut dalam dalam kitab Raudhurrayahin, bahwa di zaman dahulu ada seorang raja kafir yang sangat menentang Tuhan, maka ia diperangi oleh kaum muslimin, sehingga tertawanlah ia, lalu raja-raja muslimin sepakat untuk membunuh raja itu. Lalu dibuatkan suatu genuk besar dan di nyalakan api dibawahnya, lalu raja tersebut diletakkan dalam genuk itu agar ia tetap merasakan siksa itu, dalam keadaan demikian ia berdoa kepada tuhan-tuhan (dewa-dewa)nya satu persatu, “Hai dewa (tuhan), saya hanya menyembah kepadamu maka selamatkan aku dari bahaya ini”.

      Dan ketika ia telah merasa bahwa semua tuhan-tuhan itu tidak ada yang menolongnya, maka ia mengangkat kepalanya kelangit sambil membaca ‘LA ILAHA ILLALLAH’ dan minta kepada Allah dengan seikhlas-ikhlasnya, lalu seketika itu juga Allah menurunkan air dari langit untuk memadamkan api itu, kemudian datang angin mengangkat genuk itu ke udara, dan ia tetap membaca LA ILAHA ILLALLAH sehingga terlempar ke suatu kaum yang kafir, sedang ia tetap membaca LA ILAHA ILLALLAH.

      Setelah genuk itu dibuka oleh kaum kafir itu ia ditanya, “Celaka kamu, mengapa kamu ini?” jawab raja “Sesungguhnya aku seorang raja bani Fulan”, dan ia menceritakan kisah kejadiannya dari permulaan hingga akhir.

      Lalu tiba-tiba kaum itu semuanya masuk islam setelah mendengar cerita dan riwayat raja itu.

About ANNAS AL KHASANUL WAJHI

SANTRI MIFTAHUL `ULUM NGAWEN,hamba yang tak butuh pujian,tak pedulikan cacian

Posted on Februari 1, 2013, in terjemah kitab. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Hatur nuhun atas terjamahnya a semoga jadi manfaat amin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Thobiby Qolby

Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang terdalam

Elang Indigo

،،السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،، My Friends,nothing freedom in this world because true free in your spirit!

Syauqiemarier's Blog

bershalawatlah kalian kepada Nabi Muhammad

AL MUQTASHIDAH LANGITAN

Memasyarakatkan Sholawat Dan Mensholawatkan Masyarakat

Salam Semangat

"Maha Suci Engkau ya Tuhanku, tiadalah daku mengetahui apa pun, kecuali yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Robbana, jadikan ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku ini bermanfaat. Dan tambahkan ilmu yang bermanfaat kepadaku".

Tarekat Qodiriyah

Jalan Keselamatan Menuju Kepada Allah Swt

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Cahaya Qur'ani

Hidup Damai Bersama Al-Quran

Laki-laki Biasa

kumpulan berbagai macam artikel, renungan dan kata-kata bijak

Bacalah!

Membuka Pikiran Anda

Pengemban Amanah Sang Pencipta

“Setiap ilmu seseorang bertambah, maka bertambah pula seseorang mengenal kebodohannya" By : Dedi Sujatmo

MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan .......

Ilmu Langit .wordpress

Sharing hakikat

Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku, Wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Ashabul firdaus's Blog

Buka Hati Meniti Hari

"Bisa Karena Terbiasa"

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Abu Fahd Negara Tauhid

Agen Herbal & Buku Islami, Pecinta Alam, Adventure

FURQON BLOG

Pencari Debu-debu Kebenaran

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: