Tazkiyatun Nafsi(Pembersih Jiwa)

Tazkiyatun Nafs berasal dari Bahasa Arab yang terdiri dari dua kata tazkyat dan nafs. Secara kebahasaan (etimologi) tazkiyat berarti menyucikan, menguatkan dan mengembangkan. Sedangkan Nafs adalah diri atau jiwa seseorang. Dengan demikian istilah tazkiyatun nafsi memiliki makna mensucikan, menguatkan dan mengembangkan jiwa sesuai dengan potensi dasarnya (fitrah) takni potensi iman, islam, dan ihsan kepada Allah.

Firman Allah:

وَنَفْسٍ وَمَاسَوَّاهَا . فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا . قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا . وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (perilaku) kejahatan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya. (QS. Asy-Syams/91 : 7-10)
Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa seseorang dapat membersihkan jiwanya melalui ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Begitu pula firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَلاَ تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci.Allah lebih mengetahui tentang siapa yang bertakwa. (QS. An-Najm/53: 32)
Serta firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَسَيُجَنَّبُهَا اْلأَتْقَى . الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى

Dan orang yang paling bertakwa akan dijauhkan dari api neraka, yaitu orang yang menginfakkan hartanya serta menyucikan dirinya. (QS. Al-Lail 92: 17-18).
Kedua ayat ini menjelaskan bahwa pembersihan jiwa pada hakikatnya adalah ketakwaan kepada Allah.Dan memang tujuannya adalah ketakwaan kepada Allah.
Di sini perlu juga difahami dengan baik sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut:

اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا. رواه مسلم

Ya Allah! Anugerahkanlah ketakwaan pada jiwaku, bersihkanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik yang membersihkan jiwa. Engkaulah Penguasa dan Pemiliknya.HR. Muslim.
Dengan qalbu serta jiwa yang bersih dan bertakwa, akan tercapailah maksud diciptakannya manusia. Yaitu hanya beribadah dan menyembah kepada Allah saja.
Allah berfirman:

وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ إِلاَّلِيَعْبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu saja. (QS. Adz-Dzaariyaat/51 : 56)
dalam al-Qur’an surat al-jumuah (62) ayat 2 yang berbunyi:

هو الذي بعث في الأميين رسولا منهم يتلو عليهم آياته ويزكيهم ويعلمهم الكتاب والحكمة وإن كانوا من قبل لفي ضلال مبين.

Artinya:

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf, seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan Hikmah (sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumuah: 2)

Tujuan tazkiyatun nafs tidak lepas dari tujuan hidup manusia itu sendiri, yakni untuk mendapatkan kebahagiaan jasmani maupun rohani, material maupun spiritual, dan duniawi maupun ukhrawi. Kesempurnaan itu akan diperoleh manusia jika berbagai sarana yang menuju ke arah itu dapat dipenuhi. berbagai hambatan yang menghalangi tujuan kesempurnaan jiwa itu harus disingkirkan. Adapun yang menghalangi kesempurnaan jiwa itu adalah kotoran atau noda yang ditorehkan oleh sifat-sifat jelek yang melekat pada jiwa manusia.  Tujuan khusus tazkiyatun nafs dijabarkan oleh Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum Ad-Din.
a.     pembentukan manusia yang bersih akidahnya, suci jiwanya, luas ilmunya, dan seluruh aktivitas hidupnya bernilai ibadah.
b.    membentuk manusia yang berjiwa suci dan beakhlak mulia dalam pergaulan dengan sesamanya, yang sadar akan hak dan kewajiban, tugas seta tanggung jawabnya.
c.     membentuk manusia yang berjiwa sehat dengan terbebasnya jiwa dari perilaku tercela yang membahayakan jiwa itu sendiri.
d.    memebentuk manusia yang berjiwa suci dan berakhlak mulia, baik terhadap Allah, diri sendiri maupun manusia sekitarnya.

Ada beberapa solusi untuk mensucikan jiwa kita yang kotor dan penuh dengan dosa ini.

Yang pertama: Memperbanyak Dzikir kepada Allah SWT. di manapun kita berada. Dalam kondisi apapun, kita dperintahkan untuk selalu menghiasi bibir kita dengan dzikir kepada Allah. Menyebut asma dan sifat Allah adalah dzikir, menyebut-nyebut nikmat Allah adalah dzikir, melakukan ketaatan adalah dzikir, menuntut ilmu adalah dzikir, membaca al-Qur’an, tasbih, tahlil, tahmid, istighfar, shalawat kepada Nabi adalah bagian dari macam-macam dzikir. Allah berfirman:

ألا بذكر الله تطمن القلوب

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’du: 28)

Yang kedua: Berkumpul dengan orang-orang shaleh, karena akhlak dan prilaku seseorang bisa dilihat dari prilaku kawannya. Maka benar apa yang disabdakan Rasulullah:

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Artinya: “Seseorang itu tergantung pada agama kawannya, maka lihatlah siapa yang menjadi kawannya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Maka Islam memerintahkan kita agar mencari teman yang baik untuk kita dan keluarga kita sebagaimana sabda Rasulullah: “Janganlah kamu mencari teman kecuali seorang mukmin dan janganlah ada yang makan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Termasuk juga, dalam rangka mensucikan jiwa kita yaitu dengan cara sering mendengarkan kisah orang-orang yang shaleh. Oleh karena itu al-Qur’an banyak mengisahkan para Nabi, orang-orang shaleh dan para kekasih Allah.

Yang ketiga: Dakwah dan Jihad.

Dakwah adalah aktifitas yang mempunyai kedudukan tertinggi seorang hamba di sisi Allah. Kalau orang awam memohon ampun kepada Allah untuk diri mereka sendiri agar dosanya diampuni, maka seorang dai akan didoakan seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi sampai ikan di tengah lautanpun ikut memohonkan ampunan, dalam riwayat lain semut yang berada dilobangnyapun ikut memohonkan ampunan kepada Allah, sebagai-mana hal itu disabdakan Rasulullah.

Sedangakan jihad dengan jiwa memiliki pengaruh sangat besar terhadap pembinaan dan pensucian jiwa bahkan dengan jihad kita akan mendapat berbagai macam jalan untuk meraih cita-cita sebagaimana Allah berfirman:

والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا

Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, maka Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Mudah-mudah kita termasuk orang-orang yang senantiasa teguh menegakkan kalimat Allah dalam berbagai profesi dan aktifitas kita sehingga kita mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah. Yaitu di tengah-tengah redupnya sinar dakwah dan jihad yang sudah dianggap sebelah mata oleh sekian banyak kaum muslimin padahal jihad dan dakwah adalah pilar utama tegaknya harga diri umat Islam di mata dunia.

SEMOGA BERMANFAAT BAGI SAYA(PENULIS),DAN PARA PEMBACA!AMIIN

About ANNAS AL KHASANUL WAJHI

SANTRI MIFTAHUL `ULUM NGAWEN,hamba yang tak butuh pujian,tak pedulikan cacian

Posted on Desember 28, 2012, in lain-lain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Thobiby Qolby

Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang terdalam

Elang Indigo

،،السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،، My Friends,nothing freedom in this world because true free in your spirit!

Sholawat

bershalawatlah kalian kepada Nabi Muhammad

AL MUQTASHIDAH LANGITAN

Memasyarakatkan Sholawat Dan Mensholawatkan Masyarakat

Salam Semangat

"Maha Suci Engkau ya Tuhanku, tiadalah daku mengetahui apa pun, kecuali yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Robbana, jadikan ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku ini bermanfaat. Dan tambahkan ilmu yang bermanfaat kepadaku".

Tarekat Qodiriyah

Jalan Keselamatan Menuju Kepada Allah Swt

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

ponpes Al-Fithrah GP

Ibadah dalam hidmah - hidmah dalam ibadaH

Cahaya Qur'ani

Hidup Damai Bersama Al-Quran

Laki-laki Biasa

kumpulan berbagai macam artikel, renungan dan kata-kata bijak

Bacalah!

Membuka Pikiran Anda

Pengemban Amanah Sang Pencipta

“Setiap ilmu seseorang bertambah, maka bertambah pula seseorang mengenal kebodohannya" By : Dedi Sujatmo

MEMBANGUN KHAZANAH ILMU DAN PENDIDIKAN

Belajar itu adalah perobahan .......

Ilmu Langit .wordpress

Sharing hakikat

Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku, Wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Ashabul firdaus's Blog

Buka Hati Meniti Hari

"Bisa Karena Terbiasa"

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

FITRIA KURNIAWAN (ABU FAHD)

Agen Herbal, Adventure, Dakwah, Kisah, dll

FURQON BLOG

Pencari Debu-debu Kebenaran

%d blogger menyukai ini: